Kamis, 27 September 2018

Pakar Seo Polres Gresik Tancap Gas Latih Tim Kontra Narasi


Pelatihan Pembuatan Kontra Narasi Dan Anti Radikal pada ujung tombak Polisi Santri Polres Gresik dan masing masing kasi humas lansung menyebarkan ke beberapa santri binaan pada wil masing masing. 
Pelatihan ini dipimpin lansung oleh Pencetus Blogger Polri dan Pakar SEO Muslim Sejati Group , Mohammad Khoirul Amin , sosok santai yg dikenal juga sebagai inovator SKCK Online ini rasanya tidak bisa tidur nyenyak jika belum benar benar bisa menyebarkan ukhuwah islamiyah, seperti pesan para kyainya. 
Amin yang dikenal sebagai Santri Ihyaul Ulum Dan Mambaus Sholihin dengan Predikat Top Five ILMU MANTIQ dan TAFSIR JALALIN ini terus berusaha untuk menekan Hoax serta Radikalisme di online dengan berbagai metode, strategi yang sudah dia pelajari. 
Dalam Dunia Hacking amin pun tidak pernah mau ketinggalan, di tahun 1999 dia sempat Trending pada semua channel Mirc dengan nama Steelheart99 Dan Johnfind , Bisa dikatakan sebagai manusia multi talent ini akhirnya memutuskan untuk membantu kinerja Polri dengan ciptakan inovasi inovasi pelayanan publik dan juga inovasi dari sisi Media Sosial.
Read more ...

Rabu, 22 Agustus 2018

Hadiri Sertijab Wakapolda Jatim Brigjen Pol Mohammad Iqlbal





dua orang yg sudah sejak lama memiliki ikatan emosional sebagai adik dan kakak namun tidak pernah secara langsung bertemu. Namun kali ini, di momen spesial kenal pamit Brigjen Pol Mohammad Iqbal, kerinduan diluapkan dalam cengkrama khas mereka.. sekali lg selamat dari TIM Moh Khoirul Amin S.Kom M.Kom kepada Wakapolda Jatim yg baru Brigjen Pol Moh Iqbal
Read more ...

Apa itu Takdir Mubram Dan Takdir Mu'allaq


Taqdir Mubram: Iaitu takdir yang muktamad dan ia tertulis di Lauh Mahfuz. Tidak ada apa-apa pengurangan, penambahan atau pengubahan kepada takdir ini. Ia adalah ketentuan Allah Taala yang pasti berlaku dan tidak dapat dihalang oleh sesuatu apa pun. Contohnya: Kehidupan dan Kematian.
Taqdir Mu’allaq: Iaitu takdir yang tertulis yang boleh tetap dan boleh berubah dengan kehendak Allah, bergantung kepada sebab-sebab yang diusahakan oleh manusia. Mu’allaq bererti tergantung. Ia adalah ketentuan yang tidak semestinya berlaku bahkan bergantung kepada sesuatu perkara. Contohnya: Panjang umur bergantung kepada menghubungkan silaturrahim dan amal kebajikan yang lain, seperti dalam sabda Rasulullah SAW, maksudnya:
“Tidak boleh ditolak ketetapan Allah Taala melainkan doa. Dan tiada yang boleh memanjangkan umur melainkan berbuat baik kepada ibu bapa.” (Riwayat Hakim, Ibnu Hibban dan Tirmizi)
Menurut ulama Ahl as-Sunnah, doa berpengaruh dalam mengubah apa yang telah tertulis. Dengan berdoalah seseorang hamba itu akan merasakan dirinya lemah dan berhajat kepada Allah. Akan tetapi perubahan yang kita pohon itupun sudah ditetapkan melalui doa. Janganlah kita menyangka apabila berdoa, bererti meminta sesuatu yang belum tertulis, bahkan doa kita telah tertulis dan apa yang terjadi kerananya juga telah tertulis.
Begitu juga penyakit yang merupakan taqdir Allah boleh disembuhkan melalui rawatan dan pegharapan yang bersungguh-sungguh kepada-Nya, ia juga termasuk dalam Taqdir Mu’allaq. Rasulullah SAW pernah ditanya;

“Ya Rasulallah, bagaimana pandanganmu terhadap ruqyah-ruqyah yang kami gunakan untuk jampi, ubat-ubatan yang kami gunakan untuk menyembuh penyakit, perlindungan-perlindungan yang kami gunakan untuk menghindari daripada sesuatu, apakah itu semua boleh menolak taqdir Allah? Jawab Rasulullah SAW; ‘Semua itu adalah (juga) taqdir Allah.”
 (Riwayat Tirmizi)
Firman Allah yang bermaksud:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.”
 (Surah ar-Ra’du : ayat 11)
Maka, apa yang tercatat dalam Taqdir Mu’allaq boleh diubah oleh Allah atas sebab-sebab yang diusahakan oleh manusia dengan kehendak Allah. Namun perubahan itu tidak terkeluar daripada apa yang Allah sedia ketahui dan tulis dalam Taqdir Mubram. Dalil untuk dua jenis taqdir ini ialah firman Allah Taala, maksudnya:
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki, dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Umm al-Kitab.” (Surah ar-Ra’d : ayat 39)
“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki),” ia merujuk kepada Taqdir Mu’allaq.
“Dan di sisi-Nya-lah terdapat Umm al-Kitab,” merujuk kepada Taqdir Mubram.
Ibnu Kathir r.hm menafsirkan “Umm al-Kitab” tersebut adalah perkara yang halal dan yang haram. (Mukhtasar Tafsir Ibnu Kathir)
Allah Taala telah menjadikan kepada ketentuan ini beberapa sebab yang boleh menolak dan mengangkatnya seperti berdoa, sedekah jariah, pengetahuan, perubatan, dan sebagainya. Kerana makna beriman terhadap Qada’ dan Qadar sama sekali tidak menafikan kewajipan kita berusaha dan berikhtiar melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini.
Allah pemilik Zat Yang Maha Adil, tidak akan sesekali menzalimi hamba-Nya, barang siapa yang jujur dalam melaksanakan amal soleh pasti akan dimudahkan jalan menuju Syurga.

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”
 (Surah al-Lail : ayat 5-7)
Firman Allah lagi, maksudnya:
“Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh (kerana memenuhi kehendak agama Kami), sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya.” (Surah al-Ankabut : ayat 69)
Dengarkan pula firman Allah tentang penduduk neraka yang mereka kekal di dalamnya mengharapkan kembali ke alam dunia, Allah Maha Mengetahui apa yang akan mereka lakukan seandainya dikembalikan ke dunia di dalam surah al-An’am ayat 27 hingga 28, maksudnya;

“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata; ‘Kiranya kalau kami dikembalikan (ke dunia) dan tentulah kami tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).”
“Bahkan (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.”
Demikianlah ilmu Allah, tidak ada sedikitpun yang terluput daripada pengetahuan-Nya. Berdasarkan ilmu Yang Maha Sempurna itu Allah menulis segala sesuatu yang akan terjadi, yang belum terjadi dan yang sudah terjadi di Lauh Mahfuzh, 50,000 tahun sebelum Allah ciptakan langit dan bumi. Rasulullah SAW bersabda;

“Allah telah mencatatkan taqdir-taqdir sekalian makhluk-Nya 50,000 tahun sebelum diciptakan langit-langit dan bumi.”
 (Riwayat Muslim)
Firman Allah yang bermaksud:

“Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu.”
 (Surah ar-Ra’d : ayat 11)
Apa-apa yang telah tercatat dalam Lauh Mahfuzh berlaku menurut kehendak Allah dengan penuh perincian melangkaui akal manusia, satu-persatu, tiada satupun yang terlepas daripada ilmu, kehendak dan penciptaan Allah Taala. Tiada sesuatu di alam ciptaan-Nya ini yang terjadi berlawanan dengan kehendak-Nya. Kerana Maha Luasnya pengetahuan Allah, maka tiada siapapun mampu menghitungnya secara tuntas sehingga hal ini diperhatikan oleh Imam Ja’afar as-Sodiq r.hm, sebagaimana katanya;

“Orang yang terlalu memikirkan masalah Qadar ibaratnya seperti orang memandang terik mentari, semakin kuat ia melihat semakin bertambah ia merasa hairan.”
 (Jami’ Bayan al-‘Ilmi wa Fadhlih, Ibn ‘Abd al-Barr)
Oleh sebab manusia tidak mengetahui Qada’ dan Qadar-nya, maka manusia perlu kepada usaha dan doa tanpa berputus asa. Ambillah pengajaran tentang kesilapan masa lalu, agar kita tidak mengulanginya pada masa kini. Usah menyalahkan taqdir kerana semuanya itu mengandungi rahsia Allah yang tiada siapapun mampu merungkainya. Batasan tersebut diingatkan Rasulullah SAW kepada umatnya:
“Jika ada yang menyebut perkara takdir, maka hentikanlah mereka (membahas takdir).”(Riwayat at-Tabarani)
Semoga Allah sentiasa mencurahkan rahmat dan inayah-Nya kepada kita.
Read more ...

Senin, 20 Agustus 2018

Kilas Sejarah : Ulama, Santri dan Pemuda Bersatu Tanpa Melihat Latar Belakang Dalam Perjuangan 10 November 1945

Semenjak kedatangan Kapten Angkatan Laut Belanda (tidak disebutkan namanya) dan sekitar 6.000 pasukan Goerkha Inggris yang bergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India dipimpin oleh AWS. Mallaby diboncengi NICA mendarat di Surabaya, telah menimbulkan keresahan di tengah-tengah rakyat Indonesia. Laksamana Shibata Yaichiro, seorang Panglima senior Jepang yang memihak kepada RI yang sempat membukakan gudang persenjataan kepada para pemuda Indonesia, menyerah kepada Kapten AU tersebut, 3 Oktober 1945.

Tetapi dia memerintahkan kepada seluruh pasukannya agar memberikan persenjataan kepada rakyat yang akan bertanggungjawab menyerahkan kepada tentara sekutu. Tentu, rakyat tidak akan memberikan senjata tersebut kepada tentara sekutu yang akan memerangi mereka.

Boeng Tomo dari Barisan Pemberontakan Rakjat Indonesia memberikan komando agar jangan sampai menyerahkan persenjataan kepada Tentara Sekutu. Tak terbayangkan betapa kuatnya Tentara Sekutu Inggris dengan bom pemusnahnya yang telah menghancurkan kota Hirosima dan Nagasaki Jepang. Dengan bambu runcing khas Kiai Soebehi-kelak namanya ditiadakan dalam sejarah kemudian disebutkan nama Tan Malaka sebagai pendiri Barisan Bambu Runcing-, Ulama dan Santri bertekad baja Djihad Fi sabilillah mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dan Agama Islam, walaupun harus berhadapan dengan Tentara  Sekutu dan NICA yang memiliki senjata pemusnah. Bangsa Indonesia mempunyai satu semboyan, Lebih  Baik Mati Berkalang Tanah dari pada Hidoep Didjajah. Kematian dalam pertempuran melawan penjajahan, diyakini sebagai mati yang indah, gugur sebagai syuhada.

Kemudian hal itu diikuti oleh segenap laskar mempersenjatai dirinya dengan Bambu Runcing. Demikian pula rakyat, secara spontan mempersenjatai dirinya dengan senjata tajam, keris, pedang, tombak, rencong, dan lainnya, siap menghadapi serangan Tentara Sekutu Inggris dan NICA.

Detik-detik Perang Sabil 10 November 1945

Disusul sehari sebelum pecah pertempuran, 9 November 1945, Mayor Djenderal R.C Mansergh Komandan Tentara Angkatan Darat Sekutu memberikan ultimatum kepada segenap rakyat Indonesia agar menyerahkan senjatanya, paling lambat jam 06.00 pagi 10 November 1945. Ultimatum ini tidak didengar oleh rakyat. Semangat perjuangan Ulama dan Santri tak goyah, walaupun harus menghadapi Tentara Sekutu Inggris dan NICA ditambah Divisi India ke-26 seluruhnya berjumlah 15.000 orang. Dibantu dengan senjata pemusnah dan beberapa kapal Destroyer-perusak dari Royal Air Force Inggris. Namun, tidak mampu memadamkan semangat perjuangan melawan penjajahan yang sedang berkobar di hati rakyat.

Dengan adanya Resoloesi Djihad yang dikeluarkan oleh Nahdlatoel Oelama, 22 Oktober 1945, Senin Pahing, 15 Dzulqaidah 1364  dan dari Partai Islam Indonesia Masyoemi, di Jogjakarta 7 November 1945, Rabu Pon, 1 Dzulhijjah 1364 H, serta panggilan Takbir dari Boeng Tomo, maka hadirlah para Ulama antara lain: Choedrotoes Sjeich Rais Akbar K.H Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur. K.H Asyhari dan Kiai Toenggoel Woeloeng dari Yogyakarta. K.H Abbas dari Pesantren Buntet Cirebon dan K.H. Moestafa Kamil dari Syarikat Islam Garut Jawa Barat, ikut memimpin palagan di Surabaya.

Dengan semangat dan jiwa patriotik penuh keberanian, pecahlah peperangan di Surabaya 10 November 1945, Sabtoe Legi, 4 Dzulhijjah 1364. Surabaya berubah menjadi lautan api dan darah. Perang sabil ini, menampakkan keagungan semangat rela berkorban harta dan keberanian jiwa yang tiada tara oleh para Ulama dan Santri bersama Tentara Keamanan Rakyat- TKR yang merupakan gabungan dari para pejuang PETA, KNIL, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan Para pemuda lainnya.

Ditambah dengan teriakan Takbir Allahu Akbar yang terus berkumandang dalam kancah peperangan, menjadikan Tentara Sekutu, Goerkha dan NICA tidak berdaya. Mereka tidak sanggup untuk meneruskan operasinya dan kehilangan senjatanya, sehingga mereka harus kembali ke Jakarta untuk menguburkan serdadunya yang menjadi korban.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa Perang Sabil 10 November 1945 di Surabaya, Sabtoe Legi, 4 Dzulhijjah 1364, adalah hasil dari pengaruh semangat religius yang Islami. Karena perang yang menentang maut didorong dengan keyakinan agama, akan bangkit walaupun harus menghadapi musuh dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, Boeng Tomo disetiap penutupan pidatonya membakar semangat juang bangsa, selalu diakhiri dengan teriakan Takbir Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Muhammad Natsir menjelaskan alasan mengapa Boeng Tomo selalu mengakhiri pidatonya dengan takbir dalam menutup pidato Radio Pemberontakan, yaitu karena Boeng Tomo memahami siapa yang tepat menjadi teman dalam membela tanah air dan bangsa serta Agama Allah dari ancaman tiap-tiap kezaliman musuh-musuh Allah, kecuali Ulama dan umat Islam.

Penulis : Yasyfi, mahasiswa Makhad Ali An Nur, Sukoharjo

Sumber:

  1. Buku Ahmad mansur suryanegara, Api sejarah (jilid 1 dan 2): Mahakarya perjuangan Ulama dan santri dalam Menegakkan NKRI. Bandung: Salamadani, 2009 dan 2010 M.
  2. https://ift.tt/2gs3FoP
  3. https://ift.tt/2OVysKf
  4. https://ift.tt/1O0rzSf


from Halo Dunia Network https://ift.tt/2OQfBQm
via IFTTT
Read more ...

Museum Austria Ternyata Simpan Keris Kyai Omyang Milik Pangeran Diponegoro

Read more ...

Minggu, 19 Agustus 2018

Polisi Santri Gresik Fokus Berantas Miras Oplosan

Peristiwa meninggalnya beberapa pemuda saat pesta di Kecamatan Sempor lalu menjadi pelajaran bagi Kepolisian untuk terus melakukan evaluasi dalam memerangi miras oplosan.

Tak ingin hal sama terjadi diwilayah hukum Polres Gresik, Kapolres Gresik AKBP Wahyu S. Bintoro, S.H., S.I.K., M.Si. mengeluarkan maklumat larangan produksi dan peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Gresik.

Sabtu (5/5/18) siang, personil jajaran Polres Gesik melakukan patroli antisipasi produksi dan peredaran miras di cafe dan warung kopi. Kegiatan patroli yang sekaligus menyisir peredaran miras juga dibarengi dengan sosialisasi maklumat Kapolres Gresik tentang larangan produksi dan peredaran minuman keras diKabupaten Gresik.

Selain menyampaikan pesan Kamtibmas kepada karyawan cafe dan warung-warung, anggota Polres Gresik juga menempelkan stiker yang berisi himbauan agar pengunjung tidak mengkonsumsi miras saat berkaraoke.

Sebagai kota wali Kapolres Gresik menegaskan “tidak ada warung karoke apalagi miras didalamnya”, Kami selaku pengemban fungsi keamanan sudah menjadi tugas dan kewajiban menjaga kota wali, kota santri ini tetap bersih dari adanya miras dan obat-obatan terlarang.

Polri, khususnya Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Pemasangan Baner Maklumat larangan produksi dan peredaran minuman keras juga terpasang ditempat-tempat keramaian agar masyarakat mengetahui dan paham.

“Hari ini, kami lakukan pemasangan stiker, spanduk, mengenai himbauan bahaya miras. Kami harap, untuk dipedomani para pengunjung cafe maupun warkop,” tambahnya.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2vTcxvW
via IFTTT
Read more ...