Rabu, 28 Maret 2018

Banyak Pasal Untuk Penyebar Kebencian

Media sosial memang memfasilitasi orang-orang untuk mengekspresikan gagasannya. Kendati demikian, media sosial juga dapat menjelma buah simalakama.  Beberapa orang mesti berurusan dengan hukum gara-gara menumpahkan isi kepala dan perasaannya terhadap pihak tertentu.

Pada 5 Juni tahun lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis enam bulan 15 hari penjara bagi Jamran. Hal serupa diterima saudara kandung Jamran, Rizal, yang sama-sama dituduh melontarkan ujaran kebencian terhadap Ahok dan etnis Tionghoa di media sosial.

Mulanya, kedua nama ini ditangkap atas tuduhan makar. Namun pada perkembangannya, mereka malah didakwa dengan pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pasal-pasal ini menjerat siapa pun yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Bukan hanya Jamran dan Rizal yang terjerat hukum lantaran mengutarakan kata-kata bernada kebencian di media sosial. Tamim Pardede diamankan aparat setelah mengunggah konten berbau SARA dan menghina pemerintah yang dipimpin Joko Widodo.

Sementara Prima Gaida Journalita mesti berurusan dengan polisi setelah membuat status-status yang dianggap melecehkan warga NTT. Perempuan ini dengan lantang mengatakan bahwa tidak ada lagi toleransi di sana.

Jadi perlu dicatat dan diingat, ada banyak pasal untuk menjerat penyebar kebencian di media sosial, maka jangan takut mengadukan ke pihak kepolisian jika anda menemukan hal serupa di beeanda anda.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2pMSefP
via IFTTT
Read more ...

Tersangka Pembunuh Remaja di Pelabuhan Pasuruan Tertangkap.

Pasuruan – Kerja keras Satreskrim Polres Pasuruan Kota mengungkap peristiwa kematian seorang remaja yang tewas di area proyek Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pelabuhan Kota Pasuruan, pada Kamis malam lalu membuahkan hasil.Rabu (28/3/2018) siang Polres Pasuruan Kota menggelar kasus tersebut kepada media dengan menghadirkan tersangka beserta beberapa barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP ARUMSARI PUSPITA DEWI,tersangka “MLV” (24) th  Dsn Krajan Desa Pecoro Kec. Rambipuji Kab Jember berhasil diamankan setelah polisi berhasil mengungkap identitas korban dan mengembangkan kasus tersebut. Pelaku ditangkap anggota Buser di rumah nya di kawasan Rambipuji,Jember Selasa(27/3/2018) sore.

Menurut Kasat Reskrim,setelah diadakan penyelidikan dan pengakuan tersangka,diketahui bahwa tersangka adalah teman Korban.

Menurut pengakuan tersangka Suatu hari tersangka meminjam sepeda motor Korban dengan alasan tidak memiliki kendaraan dirumahnya, karena Tersangka meminjam sepeda motor terlalu lama.

Korban menegur tersangka, karna tersangka merasa tersinggung dengan ditegur korban, lalu tersangka merencanakan pembunuhan kepada Korban. Kemudian tersangka mengajak Korban untuk mancing di Pelabuhan Kota Pasuruan dengan membawa tas warna coklat yang sudah berisi pisau dapur.

Pada saat korban dan tersangka sampai di lokasi, tersangka menanyakan kembali maksud dari teguran Korban, sempat terjadi percekcokan dan perkelahian antara keduanya, hingga tersangka mengambil pisau dapur yang sudah ia persiapkan yang berada didalam tas coklatnya.

Setelah melukai korban dengan pisau yang sudah di persiapkan namun pisau itu tidak kuat dan bengkok lalu tersangka mengambil batu di dekat korban kemudian memukulkan nya ke korban dan kemudian tersangka memastikan korban telah tewas.

Setelah mengetahui korban telah meninggal,tersangka yang panik lalu memilih kabur dengan membawa sepeda motor yang dibawa oleh korban beserta barang-barang milik korban,antara lain dompet serta HP milik korban.

Dalam pelariannya tersangka menjual sepeda motor milik korban melalui perantara MH dan YT dengan harga 2000.000,- (dua juta rupiah),sedangkan untuk handphone milik korban di simpan oleh tersangka di rumah Sdri.NA ( kakak kandung tersangka ).

Dari hasil penyelidikan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP ARUMSARI PUSPITA DEWI,yang telah berhasil mengantongi identitas korban dan mengembangkan penyelidikan hingga menemukan nama tersangka lalu meburunya ke rumah tersangka di kawasan Rambipuji Kab Jember.

Hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap beserta barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 1 buah Dos Book Andromax A, 1 buah BPKB Sepeda Motor, 1 buah STNK, 2 buah Handphone, 1 buah Pisau Dapur kondisi bengkok dan 1 buah Batu Besar yang digunakan oleh tersangka sebagai alat untuk membunuh korban.

Kasat Reskrim Pasuruan Kota,AKP ARUMSARI PUSPITA DEWI menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih mengembangkan perkara tersebut guna mencari keberadaan 1(Satu) unit sepeda motor milik korban yang di jual oleh tersangka “MLV ” kepada seorang penadah dengan harga Rp. 2.000.000′- ( dua juta rupiah).

Sedangkan tersangka yang ternyata teman korban tersebut menyesali perbuatannya dan mengakui perbuatannya membunuh korban.”Untuk sementara tersangka kita kenai pasal pembunuhan berncana dan pencurian dengan kekerasan,”ujar Kasat Reskrim.(MK/Gr/LM)

 



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2J0b4ZJ
via IFTTT
Read more ...

Merasa Termakan Hoax, Pria yang Ada dalam Video Telur Palsu Meminta Maaf


Pihak kepolisian memastikan peredaran telur palsu hingga saat ini belum ditemukan. Hanya saja isu adanya telur palsu sudah kadung tersebar luas lewat dunia maya.
Salah seorang warga yang sempat mempraktikkan dugaan telur palsu, Syahroni B Daud (49) menjelaskan, dirinya mendapatkan isu itu dari grup WhatsApp. Ia kemudian menyuruh anaknya membeli telur. Syahroni menduga telur yang dibeli, mirip dengan ciri yang dilihatnya dalam pesan berantai.
"Saya pecahkan ternyata waktu itu memang posisi telur yang saya dapat dari KJP (Kartu Jakarta Pintar) ini kuningnya agak kenyal sekali, setelah itu kertas yang membungkusnya pun tebal. Jadi sesuai ingatan saya wah ini agak sesuai dengan yang palsu," kata Syahroni di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Read more ...

Selasa, 27 Maret 2018

Tim Cyber Troop Polres Tanjungpinang Gelar FGD Antisipasi Berita Hoax

Tanjungpinang – Kecanggihan teknologi dalam era digitalisasi memanjakan masyarakat dalam mempermudah informasi secara instan melalui media sosial, namun kemudahan informasi yang didapatkan tidak dimanfaatkan secara bijak oleh beberapa warganet.

Sehingga sering kali dimanfaatkan oleh pihak tertentu baik perorangan,kelompok maupun organisasi untuk menyebarkan informasi maupun berita yang bersifat bohong demi mendapatkan keuntungan baik secara pribadi maupun organisasi.

Apabila hal ini terjadi secara terus menerus akan berdampak rusaknya tatanan maupun norma sosial,masyarakat, agama, maupun budaya yang sudah terbina sejak dahulu kala.

Menyikapi hal tersebut, Personel Polres Tanjungpinang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H dengan didampingi Wakapolres Kompol I Gede Ngurah Joni Mahardika, S.H., S.I.K melakukan Forum Group Discussion ( FGD ) kepada Tim Cyber Troop di Rupatama, Selasa (27/3) siang.

Dalam arahan yang disampaikan Ardiyanto, untuk menekan maraknya informasi maupun berita bohong melalui media sosial, personel Cyber Troop harus lebih meningkatkan Cyber Patrol di dunia maya ( medsos ) sehingga informasi maupun berita Hoax dapat secara cepat diputus, dan tidak menyebar, jelas Ardiyanto.

Sementara itu Joni yang baru menjabat sebagai Wakapolres Tanjungpinang juga menuturkan, pengguna di medsos sering kali mendapatkan informasi maupun berita bohong yang disebarkan, tidak sedikit para warganet yang langsung menerima informasi maupun berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Dengan adanya Forum Group Discussion yang dilakukan, segala permasalahan yang ditemukan di medsos dapat secara cepat diantisipasi oleh Tim Cyber Troop, sehingga masyarakat tidak sempat mengkonsumsi informasi maupun berita yang dapat merusak kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, tutup Joni.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2GsEH7J
via IFTTT
Read more ...

Wakapolri Berikan Penghargaan Kenaikan Pangkat Anumerta Kepada Almarhum Aipda Nurman

Sulawesi Barat. Wakapolri Komjen Pol. Drs. Syafruddin, M.Si. mengunjungi keluarga Aipda Nurman anggota Satlantas Polres Mamuju yang gugur ketika menyelamatkan warga yang terbawa arus banjir bandang. Selain itu, Wakapolri mewakili Kepolisian RI memberikan penghargaan kenaikan pangkat Anumerta kepada almarhum Aipda Nurman menjadi Aiptu. Nampak dalam foto tersebut jenderal bintang tiga ini menggendong anak dari Aiptu Anumerta Nurman.

Selain itu, Wakapolri memberikan beasiswa kepada anak-anak almarhum dan menjanjikan kepada putra pertamanya untuk diterima menjadi seorang Polisi. Aiptu Anumerta Nurman meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak.

Sebelumnya, banjir bandang menimpa dua kecamatan kota di Kabupaten Mamuju, yakni Kecamatan Simboro dan Kecamatan Mamuju, Kamis (22/03).

Pada saat kejadian tersebut, almarhum Aipda Nurman yang bermaksud menyelamatkan warga korban banjir justru menjadi korban akibat diduga tertimpa benda dan tersengat aliran listrik. Meski sempat menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Mamuju, namun Tuhan berkehendak lain. Aiptu Anumerta Nurman menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (24/03).

(vi/lm/rp)



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2IX4LGv
via IFTTT
Read more ...

Polrestro Tangerang Amankan Ribuan Keping DVD Bajakan Yang Akan di Distribusikan

Tangerang – Jajaran Polrestro Tangerang mengamankan ribuan keping DVD bajakan, Selasa (27/3/2018).
Ribuan keping DVD bajakan tersebut dibawa menggunakan satu Suzuki APV bernomor polisi B 1506 FMA, dan diamankan polisi saat melintas di Jalan Raya Perancis, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Menurut Kasat Reskrim Polrestro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi, Tim Krimsus Satuan Reskrim Polrestro Tangerang yang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Petugas sebelumnya sudah memantau kendaraan yang membawa DVD bajakan itu.

“Setelah kami lakukan pengecekan, kendaraan tersebut memang mengangkut barang berupa DVD bajakan dengan berbagai judul film kartun dan barat,” ujar AKBP Deddy, Selasa (27/3/2018).
Berbagai film yang menjadi populer di bioskop dibajak melalui DVD ini. Di antaranya film Happy Feet, The Incredibeles, Coco, Thor 3, The Greates Showman, dan Kungfu Panda.
“Sebanyak 10 karton kami sita, jumlah keseluruhannya kurang lebih ada 16.400 keping,” ucap AKBP Deddy.

AKBP Deddy menjelaskan, ribuan DVD ini tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Barang-barang itu dibuat oleh PT Rajawali Cakram Perkasa yang berlokasi di Pegudangan Pantai Indah Dadap Blok DB No 1B, Kosambi, Kabupaten Tangerang.
“Rencananya DVD ini mau dikirim ke wilayah Glodok, Jakarta Barat,” jelas AKBP Deddy.

Sopir kendaraan bernama Heri Efendi turut diamankan polisi. Pelaku langsung digelandang ke Mapolrestro Tangerang guna kepentingan lebih lanjut.
“Kami masih kembangkan lagi kasus ini,” cetus AKBP Deddy.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2Ggh4vJ
via IFTTT
Read more ...

Kapolri Beri Penghargaan Kepada Tim Gabungan Yang Ungkap 1,6 Ton Sabu di Batam

Jakarta – Sebanyak 196 orang raih penghargaan Kapolri atas Keberhasilan tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai dalam pengungkapan sabu 1,6 Ton di perairan Anambas, Kepulauan Riau, mendapatkan apresiasi dari Kapolri.

Kapolri Jenderal Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D memberikan penghargaan kepada sejumlah anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Kepri, Polresta Barelang dan Petugas Bea Cukai yang terlibat dalam pengungkapan tersebut.

Penerima penghargaan tertsebut diantaranya 136 polisi dan 61 orang dari Bea Cukai. Pemberian penghargaan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/226/II/2018 dan KEP/294/III/2018.

“Saya yakin dengan penghargaan ini anggota semakin termotivasi. Di wilayah lain yang belum dapat, silakan mikir buat prestasi apa,” ujar orang nomor satu di institusi Polri.

Sementara itu, penerima penghargaan tersebut adalah Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Daniyanto dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak, Serta 72 Perwira Polri mendapatkan penghargaan berupa piagam dan pin emas Kapolri.

Sebanyak 60 anggota personel Polri mendapatkan kenaikan panglat luar biasa. 2 orang anggota mendapatkan penghargaan berupa pendidikan alih golongan. Selain itu, promosi jabatan juga diberikan kepada AKBP Imam RS dan AKBP Mohammad Iqbal dari Subdit III Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berupa promosi menjadi Kapolres.



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2IXMgkS
via IFTTT
Read more ...

Sabtu, 24 Maret 2018

Pernyataan Bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rasa syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah senantiasa menjaga sekaligus melindungi bangsa Indonesia. Atas berkah kasih sayang dan rahmat-Nya semata kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia, masih bisa saling merasakan kedamaian hidup di Bumi Pertiwi tercinta kita Indonesia. Sholawat serta salam selalu kita haturkan ke hadirat Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa membimbing dan memberikan teladan bagi kita semua.

Kami Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) sebagai bagian dari organisasi umat beragama hari ini berkumpul tidak lain memiliki maksud dan tujuan untuk melakukan tiga hal: Pertama, terus menerus menyerukan saling tolong menolong melalui sedekah dan derma. Kedua, menegakkan kebaikan. Ketiga, mengupayakan rekonsilisasi atau perdamaian kemanusiaan.

Parameter dan ukuran sehatnya sebuah bangsa dan negara salah satunya bisa dilihat dari tegak dan kokohnya tali persaudaraan kebangsaan, ekonomi yang tumbuh merata, akses pendidikan yang mudah, terbukanya ruang-ruang dalam menyampaikan pendapat, serta tegaknya hukum sebagai instrumen untuk meraih keadilan. Bangsa yang kuat dan sehat juga tercermin dari semakin berkualitas dan berdayanya masyarakat sipil. Berkaitan dengan hal tersebut, PBNU dan PP Muhammadiyah menegaskan:

Pertama, NU dan Muhammadiyah akan senantiasa mengawal dan mengokohkan konsensus para pendiri bangsa bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah Negara yang memiliki keanekaragaman etnis suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai perstuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, NU dan Muhammadiyah secara pro aktif terus melakukan ikhtiar-ikhtiar bagi peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga terutama mengembangkan pendidikan karakter yang mengedepankan akhlakul karimah di semua tingkatan atau jenjang pendidikan serta penguatan basis-basis ekonomi keumatan dan juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan mengurangi angka pengaguran serta melakukan upaya-upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.

Keempat, mengimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif, suasana yang kondusif dalam kehiduapan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehatian-hatian yang lebih. Mengingat bertebarannya pelbagai macam informasi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar dalam bentuk penguatan dan peningkatan literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berkahlakul karimah.

Kelima, memasuki tahun 2018, di mana kita akan menghadapi apa yang diistilahkan sebagai tahun politik maka marilah kita bersama-sama menjadikan ajang demokrasi sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Perbedaan harus dijadikan sebagai rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam. Karena demokrasi tidak sekedar membutuhkan kerelaan hati menerima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran, namun demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan cinta kasih antar sesama.

Jakarta, 23 Maret 2018/5 Rajab 1439 H

والسّــــــــــــلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum PBNU

Dr. H. Haedar Nashir
Ketua Umum PP Muhammadiyah

Sumber/Penulis : Erlangga’90



from Halo Dunia Network https://ift.tt/2G0R4Iy
via IFTTT
Read more ...

Jumat, 23 Maret 2018

Tetap Menjaga Indonesia Di Media Sosial

Akankah Indonesia bubar di tahun 2030 seperti disampaikan oleh seorang Ketua Partai Oposisi Pemerintah? Yang dikatakannya sebagai analisis intelijen dan beliau meyakini bahwa negara-negara lain sudah membuat analisis-analisis bubarnya Indonesia di tahun 2030.

Seandainya analisis intelijen itu bukan fiksi, tentunya Julian Assange tak perlu menunggu lama untuk mengumbarnya di Wikileaks yang legendaris itu. Jika diproyeksikan secara ekonomi, kecenderungan politik, dan energi kebangsaan yang kita punya, tentu ucapan tersebut terdengar seperti lelucon.

Karena sejarah membuktikan, kita mampu melewati berbagai badai krisis terhitung sejak Indonesia merdeka. Dan kita masih bangga menjadi bangsa Indonesia sampai hari ini.

Namun perlu dicermati fenomena sekarang yang sedang terjadi dan bergemuruh berpotensi menjadi besar, yaitu pengaruh media sosial yang sudah menjadi “Kitab Suci” oleh sebagian masyarakat (dan sepertinya semakin meluas), apapun yang ada di linimasa seluruh media sosial dianggap benar dan diimani kebenarannya (bukan hanya diyakini).

Mungkin benar, bisa saja Indonesia bubar di tahun 2030 jika fenomena antem-anteman di seluruh linimasa media sosial terus berlangsung dengan intensitas seperti sekarang ini dan sepertinya kecenderungannya semakin masif dan parah.

Anggap saja ucapan tersebut sebagai warning bahwa perpecahan yang terjadi saat ini harus segera diakhiri. Hoaks, ujaran kebencian, berita bohong, harus segera dibersihkan dari ruang publik kita, agar potensi-potensi yang akan merusak kesatuan kita sebagai bangsa bisa diminimalisir.

#IndonesiaDamai

Penulis/Sumber : Erlangga’90



from Halo Dunia Network http://ift.tt/2G0Rgr6
via IFTTT
Read more ...

Kamis, 22 Maret 2018

Puluhan Pasis Sekkau A-103 Kunjungi Polres Tanjungpinang

Tanjungpinang – Perwira Siswa ( Pasis ) Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara ( SEKKAU ) angkatan 103 sebanyak 47 orang melakukan kuliah kerja di Polres Tanjungpinang, kamis (22/3) pagi.

Kunjungan yang dipimpin Dan SEKKAU Kolonel Pnb Esron S. B Sinaga, S Sos, M.A beserta staf disambut langsung oleh Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H dan staf di ruang kerja.

Dalam sambutan nya Ardiyanto menyampaikan bahwa Kepulauan Riau merupakan daerah maritim yang terdiri dari 96 % lautan dan 4% merupakan daratan, yang tidak menutup kemungkinan akan munculnya kejahatan Transnasional Crime seperti masuknya barang Ilegal, Narkoba, teroris dan perusakan lingkungan di wilayah Kota Tanjungpinang.

Selain itu Kota Tanjungpinang juga pada saat ini merupakan satu-satunya wilayah di Kepulauan Riau yang melaksanakan Pilkada dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tahun 2018.

Hal ini merupakan momentum masyarakat untuk mencari pemimpin yang amanah dalam memimpin Kota Tanjungpinang selama 5 ( lima ) tahun kedepan.

“ Kunjungan kuliah kerja dari Pasis SEKKAU yang dilakukan di Polres Tanjungpinang merupakan suatu wujud nyata Soliditas serta Sinergitas antara TNI – Polri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), terang Ardiyanto”.

Sementara itu dalam sambutan yang disampaikan oleh Kol. Pnb Esron S.B Sinaga, S Sos, M.A mengatakan bahwa Pasis SEKKAU yang mengikuti kuliah kerja sebanyak 47 Pasis ditambah 4 Pasis dari negara Brunei, Thailand, Philipine dan Malaysia.

Para Pasis ini terdiri dari 44 personel AU, 2 personel AL, dan satu Pasis dari AD, sementara yang dari luar Negara sedang melaksanakan Cuti.

Para peserta Pasis ini akan melakukan penggalian data dari beberapa tempat sesuai dengan tema : “ Pembangunan Kekuatan Udara Guna Mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia “, salah satu tempat nya adalah Kota Tanjungpinang yang dianggap tepat karena memiliki wilayah laut yang cukup luas.

Hal ini juga sesuai dengan Visi Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia ( PMD ) yang perlu didukung oleh semua pihak, tentunya juga TNI AU memiliki tugas menegakkan kedaulatan Dirgantara dengan mengoptimalkan kesiapan baik aspek personel, organisasi maupun Alutsista, jelasnya.

Semoga dengan kuliah kerja yang Pasis SEKKAU ke Polres Tanjungpinang akan memperoleh data yang maksimal dalam mengumpulkan data mengenai Potensi Maritim yang ada di wilayah Kota Tanjungpinang, tutupnya.



from Halo Dunia Network http://ift.tt/2G38RuE
via IFTTT
Read more ...

Video ” Deklarasi Anti HOAX Polsek Tanjungpinang Barat Bersama Pemkot Dan Kelurahan Kemboja”

Read more ...

Hoaks Sebagai Masalah Dunia

Rendahnya literasi media sosial dalam masyarakat digital menjadi salah satu pendorong maraknya dampak negatif penggunaan internet seperti informasi hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan dan pornografi, dan adiksi media digital.

Kondisi tersebut mendasari Jepang, negara-negara Asia Tenggara dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk memberikan perhatian khusus terhadap literasi media sosial bagi keluarga dan masyarakat pendidikan.

Rendahnya literasi media sosial menjadi topik yang dibahas secara mendalam di ajang “ASEAN-Japan Forum on Media and Information Literacy for the Youth” yang digelar di Manila, Filipina pada 20-21 Maret 2018.

Forum ini mempertemukan para pihak dari berbagai sektor komunikasi baik di pemerintahan, swasta, media, akademisi dan pelajar dari Jepang dan negara Asia Tenggara. Beberapa tokoh bersama pihak dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hadir di ajang tersebut.

Hadirnya topik literasi media sosial di forum semacam ini membuktikan betapa pentingnya pengetahuan dalam berhadapan dengan sosial media dan betapa pentingnya menangkal bahaya dari berita hoaks, ujaran kebencian, dan informasi-informasi menyesatkan lainya.

#IndonesiaDamai

Sumber : Erlangga’90



from Halo Dunia Network http://ift.tt/2HUw3f8
via IFTTT
Read more ...

Selasa, 20 Maret 2018

Melawan Hoaks dengan Tetap Berfikir Kritis



Selain faktor psikologis,  alasan penting lainya bagi seseorang untuk mudah percaya pada hoax adalah keterbatasan  pengetahuan. Tidak adanya prior knowledge tentang informasi yang diterima bisa jadi memengaruhi seseorang untuk menjadi mudah percaya.

Misalnya,  informasi yang ramai disebarkan melalui broadcast message berisi ajakan untuk mengunduh aplikasi tertentu atau donasi melalui perusahaan tertentu. Kepercayaan terhadap informasi-informasi tersebut bisa jadi dikarenakan tidak ada pengetahuan sebelumnya mengenai aplikasi atau perusahaan yang dimaksud.

Fakta menariknya, tidak ada satu pun orang yang benar-benar imun terhadap hoax. Siapa saja bisa menjadi korban sesatnya informasi hoax. Apalagi jika  berbicara soal media sosial, media digital.

Kita harus membedakan antara kemampuan mengevaluasi informasi dengan kemampuan mengoperasikan gawai. Seseorang yang tech savvy belum tentu information literate.

Oleh karena itu, secara teoretis,  rentan atau tidaknya seseorang terhadap hoax lebih tergantung pada kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan literasi media, bukan hanya kemahiran memanfaatkan teknologi informasi.

#IndonesiaDamai

Read more ...

Senin, 19 Maret 2018

Ketua DPRD Kepri Dorong Peningkatan Tipologi Polres Tanjungpinang Jadi Polresta Tanjungpinang

BATAM-Setelah sukses meningkatkan tipelogi Polda Kepri, DPRD Provinsi Kepri kembali mendorong peningkatan tipelogi Polres Tanjungpinang menjadi Polresta. Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan bahwa peningkatan tipelogi ini merupakan kondisi yang mendesak.
Sebab, Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepri memiliki tingkat kerumitan masalah dan kasus yang setara dengan kota besar lainnya. “Polres Tanjungpinang masa kalah dengan denga Polresta Batam. Padahal Tanjungpinang merupakan kota besar,”kata Jumaga Nadeak saat bersilahturahmi dengan Kapolda Kepri di salah satu rumah makan di Nongsa, Batam, Senin (19/3).
Kondisi tidak ideal ini kata Jumaga, harus segera diselesaikan. Agar organisasi Polri di Tanjungpinang dapat bergerak lebih liat lagi.
Pendapat senada disampaikan sekretaris komisi I DPRD Kepri Sukhri Fahrial. Komisi I DPRD telah melakukan telaah mengenai kondisi Polres Tanjungpinang tahun 2014 lalu. Dalam telaah itu, Komisi I bahkan telah memberikan dorongan berupa dukungan masyarakat agar status Polres dapat segera ditingkatkan sejak jaman Kapolda Arman Depari.
“Atas dasar itu, peningkatan status ini kami harapkan dapat segera terealisasi sekarang. Ini hutang Polda untuk segera meningkatkan Polres Tanjungpinang,”tegas Sukhri.
Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi yang ditemani Wakapolda Brigjen Yan Fitri Halimansyah mengaku senang dengan dukungan tersebut. Peningkatan tipelogi Polda, sudah diusulkan sejak beberapa tahun lalu. “Sesuai karakteristiknya kerawanan, beban kerja dan struktur, memang memungkinkan. Namun masih harus mengantungi rekomendasi dari Kementerian PAN,” kata Didid.
Selain itu, berdasarkan Perkap no 7, tentang struktur organisasi Polda, masih mengacu bahwa Tanjungpinang masih setingkat polres dan dipimpin pejabat setingkat AKBP. “Namun demikian, atensi bapak komisi I ini untuk meningkatkan Polres ini akan kami kami kawal. Saya minta nanti Wakapolda untuk menindaklanjutinya,” tegas Kapolda.
Sedangkan untuk personel, Kapolda yakin tidak akan menjadi masalah besar. Sebab, Kepri saat ini sudah memiliki Sekolah Polisi Negara (SPN) yang telah banyak menghasilkan personil baru. “SPN kita sudah dua kali mencetak personil baru. Pertama sebanyak 200 orang dan kedua 227. Kedepan, SPN akan kita kembangkan, juga dengan bantuan pemerintah daerah,” tegas Didid.
Pertemuan kali ini juga dihadiri ketua Komisi I Abdulrahman,LC, Wakil Ketua Taba Iskandar, anggota Komisi I Ruslan Kasbulatov, Wan Norman Edi, Ery Suwandi, Thomas Suprapto, Sarafuddin Aluan dan Rocky Bawole.  Dari jajaran Polda, hadir seluruh pejabat utama termasuk didalamnya Kapolres se-Kepri.
Dorongan untuk peningkatan tipelogi dijajaran Polda Kepri ini bukan pertama kali dilakukan DPRD Kepri. Sebelumnya, DPRD berhasil meyakinkan pemerintah untuk meningkatkan tipelogi Polda Kepri dari tipe B menjadi tipe A.


from Halo Dunia Network http://ift.tt/2DENePd
via IFTTT
Read more ...

Ribuan Personel Polisi Diturunkan Amankan Demo di Kantor Gubernur Kepri

Tanjungpinang – Beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam Laskar Merah Putih ( LMP ), Forum Keprihatinan Masyarakat Perduli Kepri ( FKMPK ), Mahasiswa, LSM, Akademisi dan masyarakat melakukan aksi demo di Kantor Gubernur Kepri, senin (19/03) pagi.

Para pendemo merasa tidak puas akan kinerja pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang mereka rasakan tidak memihak kepada masyarakat, serta turun nya perekonomian di Kepri, dan banyak nya penyimpangan dalam anggaran yang dianggap tidak transparan yang ditemukan, mereka juga menilai bahwa staf di pemerintahan yang tidak profesional dalam membangun SDM di Kepri.

“Aksi demo di Kantor Gubernur Kepri ini mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari Polres Tanjungpinang “.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro yang hadir dalam pengamanan mengatakan dalam menyampaikan aspirasi sudah diatur dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat dimuka umum sesuai dengan pasal 10, 12, 13.

“Silahkan manfaatkan aspirasi dengan sebaik-baiknya, apalagi nanti akan kita kawal dialog secara langsung dengan Bapak Gubernur, terang Ardiyanto”.

Ardiyanto juga menambahkan bahwa petugas Kepolisian akan selalu mendukung masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tentunya harus sesuai dengan regulasi dan harus dipatuhi, jangan melanggar yang sudah ditentukan dan jangan sampai melenceng sehingga melakukan suatu tindak pidana, akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku, tegas Ardiyanto.

Sebanyak lebih kurang 36 bentuk ketidakpuasan akan kinerja pemerintah Kepri ini diberikan para elemen masyarakat dalam bentuk map biru yang diberikan langsung ke Gubernur Kepri dan para FKPD yang hadir dalam acara dialog di Aula Wan Seri Beni yang akan disampaikan kembali oleh Pemerintahan Kepri selama 100 hari kedepan.



from Halo Dunia Network http://ift.tt/2ppxZ7T
via IFTTT
Read more ...

HOAX Mulai Maksimalkan Teori Teori SEO dalam Penyebarannya



Google dan Facebook terus menjadi sorotan terkait peredaran berita palsu atau hoax di jagat internet. Keduanya disalahkan atas konten-konten hoax yang begitu luasnya menyebar lewat platform tersebut. Tentu saja disalahkan, hal ini dikarenakan Google dan Facebook bisa dibilang dua platform internet yang paling sering digunakan oleh masyarakat dunia maya. Dan sampai sekarang, belum ada langkah nyata dari keduanya dalam meminimalkan peredaran konten hoax. Fitur berbagi (share) di Facebook menjadi fitur yang sering digunakan dalam menyebarkan hoax, sementara di Google para oknum sering memanfaatkan iklan untuk menempatkan berita palsunya di pencarian teratas. Para pembuat kabar bohong juga memaksimalkan Search Engine Optimization (SEO) mereka akan situs dan kontennya berada di baris atas pencarian. Hal ini membuat geram berbagai kalangan dengan langkah Facebook dan Google yang dianggap belum serius dalam menangani berita hoax. Memang berbagai upaya sudah mereka lakukan, tapi belum ada yang benar-benar maksimal. Chief Executive News Corp, Robert Thomson, dalam sebuah tulisan di The Wall Street Journal, mengatakan bagaimana seharusnya kedua platform itu bisa benar-benar menangkal peredaran hoax jika saja mereka lebih mengutamakan moral daripada berjualan iklan digital. Thomson menuding Google dan Facebook belum bertindak serius terkait hal ini karena uang yang dihasilkan. "Kedua perusahaan seharusnya bisa melakukan lebih dari ini untuk menyoroti hierarki konten, tapi mereka malah seperti 'berjualan' filosofi bumi datar yang tak bisa membedakan antara yang palsu dan benar karena mereka menghasilkan uang darinya," tulis Thomson. Dalam tulisannya, Thomson menyoroti iklan-iklan digital yang disediakan Google dan Facebook sering dimanfaatkan untuk mengedarkan berita palsu. Penjahat siber bisa dengan mudah mendapatkan pembaca yang lebih luas berkat jaringan iklan Google dan Facebook. Menurut data yang dikeluarkan Facebook, jumlah pengguna aktif di platform media sosial tersebut per Desember 2016 per harinya mencapai 1,23 miliar. Tentu saja dengan tingginya angka pengguna Facebook dan fungsi Google sebagai mesin pencari paling dipilih masyarakat, penyebaran konten hoax lewat iklan jadi lebih cepat dan juga luas.
Google
Mesin pencari Google. (Foto: WD Net Studio (CC0 Public Domain))
Bukan hanya Thomson, penulis senior Fortune, Mathew Ingram, turut menyoroti bagaimana kurangnya peran Google dan Facebook dalam mengadang hoax. Tapi, ia menegaskan masalah Google terkait peredaran hoax lebih besar ketimbang Facebook. Banyak pengguna internet yang menggunakan Google untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya seputar hal apapun. Ingram melihat dari hal ini bisa saja pengguna tersebut malah menemukan jawaban yang tidak benar, dan menjerumuskan. Hasil pencarian itu disebabkan keluar berdasarkan apa yang orang-orang tulis di internet. Selain itu, media teknologi populer seperti The Verge turut menyoroti peran Google dan Facebook dalam peredaran konten hoax. The Verge membahas proses penyaringan artikel seperti yang dilakukan oleh Google News, sementara Facebook belum memiliki staf editorial, yang malah bisa memberikan keleluasaan bagi penyebar hoax. "Tanpa tanggung jawab dari platform terkait soal apa yang hadir dalam layanan mereka, akan membuat pembaca ditinggalkan untuk 'meramal' suatu artikel lewat judul dan kemudian isinya. Apakah ini benar atau ternyata palsu," tulis Kyle Chayka dari The Verge. Selain itu, protes pun datang dari asosiasi media di Inggris. Dilansir Mashable, 'duopoli' antara Facebook dan Google turut menimbulkan protes dari News Media Association (NMA), yang mewakili industri surat kabar Inggris. Menurut NMA, berita palsu mudah untuk diproduksi karena kreatornya tidak perlu menghabiskan uang atau waktu untuk melakukan pengecekan fakta atau melaporkan. Ini berbanding terbalik dengan orang-orang yang telah lama berkecimpung di industri media massa, yang selama berabad-abad membangun kredibilitas dan berusaha mengontrol sosial. Orang-orang dalam industri media sangat memerhatikan tanggung jawab sosial dan sangat mempertimbangkan kredibilitas narasumbernya. "Selain itu, berita palsu juga cepat menyebar lewat platform media sosial seperti Facebook dan algoritma Google yang tidak benar-benar peduli dengan kualitas sumber, menghubungkan pengguna ke berita yang 'diduga cocok' dengan kebiasaan pengguna," kata NMA. Melihat tekanan yang terus diterima terkait konten hoax, pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sudah bersuara untuk memerangi persebarannya di platform miliknya sejak November lalu. Facebook disebut telah berusaha mengatasi masalah ini sejak lama dan sudah mengalami kemajuan yang signifikan dalam perkembangannya. Tapi, ia mengaku masih banyak yang harus dilakukan untuk menangani hal itu. "Masalah ini kompleks, baik secara teknis maupun filosofis. Kami meyakini untuk memberikan kebebasan untuk bersuara kepada orang-orang, yang berarti membiarkan mereka untuk membagikan apapun dan kapanpun yang mereka inginkan," lanjut Zuckerberg.
"Kami harus berhati-hati untuk tidak menahan opini atau malah secara keliru melarang konten yang akurat. Kami tidak ingin menentukan mana yang benar menurut kami sendiri, tapi juga bergantung pada komunitas dan pihak ketiga." Melalui pernyataan ini, Zuckerberg dengan tegas menyatakan jika Facebook tak bisa bekerja sendiri dalam memerangi hoax. Tetapi di sisi lain, Facebook juga tidak bisa cuma mengandalkan laporan dari pengguna saja tentang konten-konten hoax. Melihat bagaimana semakin tak terkendalinya penyebaran hoax di jagat maya, Zuckerberg harus segera berpikir lebih dari itu untuk mencari cara terbaik dalam menangkal informasi palsu. Meski terlihat sulit, Google dan Facebook seharusnya dapat mencari solusi yang lebih baik dalam menangani masalah ini. Jika dibiarkan, kebohongan dari konten-konten semacam itu akan terus mengaburkan kebenaran dan menimbulkan perpecahan. Sejauh ini segala upaya Google dan Facebook dalam memberantas hoax tidaklah powerful, berbanding terbalik dengan pengembangan fitur iklan digital yang makin powerful.

Read more ...

Sejarah HOAX dan Pengaruhnya Dari Masa Ke Masa


Meski baru mengambil peran utama dalam panggung diskusi publik Indonesia di beberapa dekade terakhir ini, hoaks sebetulnya punya akar sejarah yang panjang. Hoaks yang kini tercantum di Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan arti “berita bohong” tak sesederhana kelihatannya.

Sebuah kebohongan bisa disebut hoaks apabila dibuat secara sengaja agar dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Tak hanya itu, kebohongan baru bisa disebut hoaks apabila keberadaannya memiliki tujuan tertentu, seperti misalnya untuk memengaruhi opini publik.
Di luar rumor, kabar burung, dan desas-desus yang jelas berusia lebih tua lagi, hoaks pertama yang berhasil dicatat sejarah ditemui pada 1661. Kasus tersebut adalah soal Drummer of Tedworth, yang berkisah soal John Mompesson --seorang tuan tanah-- yang dihantui oleh suara-suara drum setiap malam di rumahnya.
Ia mendapat nasib tersebut setelah ia menuntut William Drury --seorang drummer band gipsy-- dan berhasil memenangkan perkara. Mompesson menuduh Drury melakukan guna-guna terhadap rumahnya karena dendam akibat kekalahannya di pengadilan.
Singkat cerita, seorang penulis bernama Glanvill mendengar kisah tersebut. Ia mendatangi rumah tersebut dan mengaku mendengar suara-suara yang sama. Ia kemudian menceritakannya ke dalam tiga buku cerita yang diakunya berasal dari kisah nyata.
Kehebohan dan keseraman local horror story tersebut berhasil menaikkan penjualan buku Glancill. Namun, pada buku ketiga Glanvill mengakui bahwa suara-suara tersebut hanyalah trik dan apa yang ceritakan adalah bohong belaka.

Ada juga kisah soal Benjamin Franklin yang pada tahun 1745 lewat harian Pennsylvania Gazette mengungkap adanya sebuah benda bernama “Batu China” yang dapat mengobati rabies, kanker, dan penyakit-penyakit lainnya. Sayangnya, nama Benjamin Franklin saat itu membuat standar verifikasi kedokteran tidak dilakukan sebagaimana standar semestinya.
Meski begitu, ternyata batu yang dimaksud hanyalah terbuat dari tanduk rusa biasa yang tak memiliki fungsi medis apapun. Hal tersebut diketahui oleh salah seorang pembaca harian Pennsylvania Gazette yang membuktikan tulisan Benjamin Franklin tersebut. Hoaks-hoaks senada beberapa kali terjadi sampai adanya Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat pada awal abad 20.
Meskipun demikian, kata hoaks sendiri baru mulai digunakan sekitar tahun 1808. Kata tersebut dipercaya datang dari hocus yang berarti untuk mengelabui. Kata-kata hocus sendiri merupakan penyingkatan dari hocus pocus, semacam mantra yang kerap digunakan dalam pertunjukan sulap saat akan terjadi sebuah punch line dalam pertunjukan mereka di panggung.
Hingga kini, eksistensi hoaks terus meningkat. Dari kabar palsu seperti entitas raksasa seperti Loch Ness, tembok China yang terlihat dari luar angkasa, hingga ribuan hoaks yang bertebaran di pemilihan umum presiden Amerika Serikat di tahun 2016. Semua hoaks tersebut punya tujuan masing-masing, dari sesederhana publisitas diri hingga tujuan yang amat genting seperti politik praktis sebuah negara adidaya.

Ilustrasi Hoax
Ilustrasi Hoax (Foto: Thinkstock)
Kemunculan internet semakin memperparah sirkulasi hoaks di dunia. Sama seperti meme, keberadaannya sangat mudah menyebar lewat media-media sosial. Apalagi biasanya konten hoaks memiliki isu yang tengah ramai di masyarakat dan menghebohkan, yang membuatnya sangat mudah memancing orang membagikannya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah mengungkapkan bahwa hoaks dan media sosial seperti vicious circle, atau lingkaran setan. "(Pengguna) media sosial pun sering mengutip situs hoaks. Berputar-putar di situ saja," ujar Rudiantara. Dari situ langkah pencegahan mulai gencar dilakukan. Termasuk oleh Facebook dan Twitter sebagai pemilik platform yang membuat tim khusus untuk meminimalisasi keberadaannya.
Ditambah lagi dengan kemunculan media abal-abal yang sama sekali tak menerapkan standar jurnalisme. Peran media profesional yang seharusnya membawa kecerahan dalam sebuah persoalan yang simpang siur di masyarakat semakin lama semakin tergerus.
Kekhawatiran soal hal ini pernah disampaikan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo yang mengungkap keuntungan bisnis media-media hoaks ini sangat menggiurkan, mencapai Rp 30 juta per bulannya. Sementara itu, kinerja mereka hanya mencomot-comot berita dari media lain dan menambahkan hal-hal yang memelintir esensi berita awal.
Read more ...

Minggu, 18 Maret 2018

PENJELASAN : [DISINFORMASI +HASUT] ANSHOR MENEMUKAN BENDERA PKI DI TEMPAT FPI.




#ISU
Beredar postingan yang disertai oleh foto di media sosial terutama facebook yang bernarasi sebagai berikut:
Temuan Banser/Anshor.
Anshor menemukan bendera bendera PKI di tempat FPI.
Jadi selama ini,
FPI yang membuat bendera PKI dan FPI pula yang membakar bendera PKI itu?
Silahkan cek dan ricek kebenarannya ini, di link-link koran online terpercaya dan yang bukan merupakan link terafiliasi dengan kelompok saracen, agar tidak menjadi fitnah atau hoax
Tetapi ada satu yang pasti bukan fitnah atau asumsi atau opini adalah :
Dulu,
PKI memusuhi Pemerintah dan NU.
Sekarang,
FPI memusuhi Pemerintah dan NU.
Apakah saudara/i bisa menarik sebuah kesimpulan untuk ini ?
Sumber:
https://m.facebook.com/groups/1162414160500180?view=permalink&id=1677574762317448&_rdr
Telah dibagikan sebanyak 2,814x saat tangkapan layar diambil.
#PENJELASAN
Foto mengenai banser yang membakar bendera komunis adalah foto yang diambil tahun 2015 saat banser menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar bendera berlambang PKI di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah. 
Sedangkan untuk Bagian dimana ansor menemukan bendera pki di tempat FPI, tidak ditemukan bukti kelanjutannya. Tidak ada informasi sumber jelas yang bisa diverifikasi untuk memeriksa validitas informasi yang disampaikan. Tipikal hoax yang menggunakan teknik AtA (Appeal to Authority).
Referensi:
1). https://photo.sindonews.com/…/1…/banser-nu-bakar-bendera-pki
2). http://jateng.metrotvnews.com/…/banser-nu-bakar-bendera-kom…
3). https://goo.gl/xonLgj tentang teknik "Appeal to Authority": "Dalam kerja jurnalistik pernyataan narasumber lazimnya diverifikasi terlebih dahulu dan diberi penjelasan dalam kapasitas apa narasumber memberikan pernyataannya. Pernyataan tersebut mestinya diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa bukti dari pernyataan tersebut? Dalam konteks bagaimana narasumber bisa mendapat informasi tersebut?".
Read more ...

PENJELASAN DAN ANALISA [MISINFORMASI] DITEMUKAN BENDA-BENDA ANEH SAAT DILAKUKAN OPERASI TERHADAP SEORANG BALITA BERUSIA 4 TAHUN





#ISU
Beredar video di media sosial terutama Facebook dengan narasi sebagai berikut:
"Kiriman vidio dari seorang dokter saat melakukan operasi pada seorang balita berusia 4 tahun
(RS bedah Surabaya)
Dalam perut anak tsb di temukan beberapa
Benda di antaranya :
-korek api
-baterai
-uang mainan dll
Mohon sempatkam untuk Mirsani vidio tsb,supaya
Bapak/ibu yang memiliki balita tidak begitu saja meningglkan
Putra/i nya saat bermain
"Tetap selalu di perhatikan ya bunda utk anak kita"
MATUR NUWUN...
Sumber: INTERNET dan MEDIA SOSIAL
1). https://m.facebook.com/groups/205565316291109?view=permalink&id=827566080757693&ref=bookmarks
Telah dibagikan sebanyak 78,434x saat yang Akap layAr diambil.
2). https://goo.gl/xR7Hef untuk melihat publik Post 
#PENJELASAN
Video yang pernah viral tahun 2017 tersebut adalah fakta tetapi obyek yang dioperasi bukan balita berumur 4 tahun dan lokasi bukan di Surabaya melainkan seorang pria bernama Hendro Wijatmiko (30) warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (13/7/2017). Pria berusia 30 tahun ini mengidap skizofrenia dan mendengar bisikan yang membujuknya agar menelan benda-benda berbahaya itu saat mengalami sakit perut sebelum dia menelan benda-benda tersebut untuk menyembuhkannya. Operasi tersebut berlangsung di RSD dr Soebandi, Jember, Jawa timur. Dalam video yang berdurasi 1 menit 37 detik terlihat tim dokter yang sedang melakukan operasi, mengeluarkan benda-benda seperti korek api, baterai, uang mainan. 
Tim dokter dalam melakukan operasi yang berlangsung selama tiga jam berhasil mengumpulkan 52 'sampah' benda tajam yang ada dari perut Hendro Antar lain: Untuk yang di lambung ditemukan 16 korek api gas, 11 bungkus plastik, 1 lembar uang kertas Rp 20 ribu, 1 tutup pocari, 3 gagang sendok, 2 baterai ukuran AAA, dan satu gagang eskrim.
Sedangkan yang diambil dari usus halus terdapat, 2 korek api gas, satu alat suntik ukuran 5 CC tanpa jarum, 1 cutter (pisau kecil), 5 paku payung, 2 bungkus plastik, 2 gagang es krim, 1 garpu kecil, 5 uang logam Rp 200 yang sudah diplester jadi satu. Kemudian 1 pir korek api, dan 1 uang logam Rp 500.
Saat klarifikasi ini dibuat tim dokter menyatakan operasi berhasil dan tidak ada benda-benda aneh yang tertinggal serta pasien telah kembali pulang ke rumahnya.
Read more ...

PENJELASAN DAN ANALISA : [HOAX] SEORANG MUADZIN BERNAMA BAPAK BAHRON DIBUNUH OLEH (YANG KATANYA) ORANG GILA/PKI





#ISU
Beredar isu di media sosial terutama Facebook dengan narasi sebagai berikut:
SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN??
dan seorang Muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila. 😢
Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahron seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat. modus perampokan disertai pembunuhan..
Mungkin kah orang gila lagi pelakunya?
KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS...aamiin
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214328538583404&id=1115051971&ref=bookmarks
Telah dibagikan sebanyak 6,845x saat tangkapan layar diambil.
https://m.facebook.com/story.php…
Telah dibagikan sebanyak 1,794x saat tangkapan layar diambil
#PENJELASAN
Polisi menangkap pelaku yang mengedarkan soal berita hoax di media sosial tentang dibunuhnya seorang Muadzin oleh orang yang berpura-pura sebagai orang gila.
Ialah Tara Asih Wijayani (40), warga Kabupaten Sleman, diamankan menyebarkan berita bohong atau menyesatkan pada media sosial Facebook dengan akun TARA DEV SAMS. Pelaku diamankan di wilayah hukum Polres Jakarta Utara.
Faktanya, korban muadzin yang di-viralkan tersebut, merupakan korban dari tindak pidana pencurian disertai kekerasan dimana para pelaku telah diamankan.
Saat ini, kepada Tara, polisi tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta lakukan penyidikan di Satreskrim Polres Majalengka.
Berdasarkan tayangan Fokus Indosiar, Minggu (18/2/2018), saat terjadi pertemuan antara Keluarga Haji Baron di Mapolres Majalengka, yang juga dihadiri oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Cikijing menyatakan klarifikasi dari pihak keluarga jika korban adalah pedagang dan warga biasa yang memang rajin pergi ke Masjid untuk menjalankan salat lima waktu dan Baron bukan seorang muazin dan tidak dibunuh oleh orang gila atau PKI.
Read more ...